Kritis Sebelum Percaya #1: Membaca Berita dengan Kritis

1977
DeskripsiTranskrip

Dengan teknologi yang semakin canggih, berita semakin mudah kita dapat, tapi tidak sedikit yang ternyata menyesatkan. Tak jarang kita terlanjur menyebarkan berita bohong kepada orang di sekitar kita. Jadi bagaimana agar kita bisa tahu mana berita yang bisa kita percayai? Simak video berikut ini untuk tahu cara menyikapi berita dengan lebih kritis.

Untuk memperdalam pembahasan yang ada di video ini, kamu bisa mengunduh diktatnya secara gratis di bawah ini.

Download Diktat Download Diktat
00:01 Selamat datang di Latih Logika, seri kursus online gratis tentang berpikir kritis. Nama saya Falissa Putri yang akan menjadi pemandu kalian di video kali ini. Sekarang kita membahas bagaimana menyikapi berita secara kritis sambil menerapkan pelajaran-pelajaran dari episode sebelumnya.

Berita mungkin bisa digolongkan sebagai kebutuhan pokok di negara demokratis seperti Indonesia. Berita penting bukan hanya untuk kita tahu informasi terbaru tetapi juga untuk mengawasi kerja pemerintah.

Tetapi, kita tidak bisa percaya isi berita begitu saja. Pertama, si penulis berita bisa saja melakukan kesalahan.

Kedua, maraknya persaingan media online membuat waktu produksi berita menjadi sangat pendek. Akibatnya, waktu untuk mengawasi kualitas tulisan sebelum diterbitkan pun berkurang banyak. Ditambah lagi, dengan teknologi siapapun bisa membuat situs yang tampak meyakinkan. Jika tidak hati-hati, kita bisa terhasut berita yang menyesatkan.

01:04 Jadi, sebagai pembaca berita yang kritis, kita harus menerapkan prinsip “teliti sebelum percaya”, dan “teliti sebelum sebar”. Berikut langkah-langkah yang dapat kita lakukan agar yakin apakah sebuah berita bisa dipercaya atau tidak.

Pertama, periksa reaksi emosional kita setelah membaca sebuah berita. Tanyakan ke diri sendiri: Apakah saya merasakan emosi yang kuat seperti marah, sedih, atau jijik?

Ketika merasakan emosi yang kuat, kita lebih terdorong bertindak tanpa pikir panjang, termasuk menyebarkan berita sebelum memastikan kebenarannya.

Karena itu, kita patut mencurigai berita yang terkesan sengaja membuat kita marah, sedih, atau jijik.

01:48 Kedua, ingat dari mana kita mendapatkan sebuah berita. Jika kita pertama kali melihat berita tersebut disebarkan di media sosial atau percakapan online, kita harus tanya: Siapa yang menyebar berita itu?

Apa kira-kira dia bisa membedakan penulisan berita yang baik dari yang buruk? Apa kira-kira dia mampu memisahkan berita yang benar dari yang palsu?

02:11 Ketiga, perhatikan judul berita.

Media terpercaya biasanya tidak akan menggunakan tanda baca berlebihan atau kata-kata yang bombastis, seperti “rahasia terkuak”, “mukjizat”, “penemuan menakjubkan”. Jadi, jangan berhenti pada judul. Baca berita sampai selesai agar kita dapat menilainya dengan baik.

02:30 Keempat, periksa apakah media yang memuatnya punya kredibilitas. Waspadai sebuah berita jika kita merasa belum pernah mendengar nama media yang memuatnya. Untuk media online, jika nama dan desainnya tampak familier, perhatikan domain situs.

Selain itu, periksa bagian About atau Tentang Kami untuk mengecek profil media dan apakah ia memang betul-betul media berita atau hanya memuat parodi. Kita juga bisa melakukan pencarian dengan kata kunci nama media atau situs itu. Jika hasilnya mencurigakan, jangan pernah percaya situs tersebut.

03:08 Kelima, waspadai waktu penayangan sebuah berita. Selalu cek tanggal terbit atau tayang. Berita atau foto lama bisa ramai kembali di media sosial karena temanya sama dengan isu yang sedang hangat. Selain itu, hati-hati juga dengan breaking news. Dalam breaking news, karena waktu peristiwa dan waktu terbitnya berita sangat dekat bahkan disiarkan secara langsung, seringkali jurnalis juga belum punya informasi lengkap tentang kejadian itu. Jadi, lebih baik kita tunggu beberapa jam sampai media yang reputasinya baik menyajikan liputan yang lebih menyeluruh.
03:48 Keenam, waspadai kutipan dalam sebuah berita. Jika sebuah berita mengutip narasumber, tanyakan: Apakah kualifikasi narasumber sesuai dengan topik berita? Apakah narasumber memiliki latar belakang yang jelas dan dapat dipercaya?

Kadang sebuah berita tidak bisa menyebutkan identitas narasumber untuk melindungi mereka. Ini bisa dimengerti karena narasumber kadang mendapatkan ancaman dari pihak yang tidak ingin sebuah kasus diberitakan. Tapi, sebagai audiens yang kritis sebaiknya kita tidak langsung percaya sebuah berita sampai kita benar-benar mengetahui identitas, kredibilitas, serta kualifikasi narasumber.

04:32 Tujuh, periksa tautan ke sumber lain dalam sebuah berita online. Jika sebuah media mengandung kalimat “menurut laporan media X” atau mengandung tautan ke artikel media lain, dan tidak menyertakan sumber lain, berarti penulis berita tidak memiliki akses langsung terhadap sumber yang dapat dipercaya. Kita patut curiga apa si penulis betul-betul tahu berita yang ditulisnya benar atau tidak.
04:58 Delapan, cermati foto atau gambar yang dipakai oleh sebuah berita.

Pembuat berita palsu sering menggunakan foto dari peristiwa yang tidak berhubungan untuk menyesatkan pembacanya. Bahkan kadang mereka sampai memanipulasi gambar atau foto. Untuk mengetahui apakah sebuah foto benar-benar sesuai dengan berita dan tidak dimanipulasi, kita bisa melakukan pencarian di Google Image.

Misalnya, Didin membaca berita tentang dukungan terbuka aktris idolanya kepada satu pasangan capres-cawapres. Dalam berita tersebut, ada foto sang aktris mengenakan kaus bergambar pasangan kandidat tersebut. Didin kemudian menggunakan Google Image untuk melakukan pencarian gambar terbalik. Ia arahkan kursor ke foto aktris itu, klik kanan, lalu memilih “search Google for image”. Google lalu memunculkan situs-situs yang memuat gambar serupa. Didin kemudian mengklik situs yang paling ia percaya. Ternyata, di situ muncul gambar si aktris dengan pose yang sama, namun dengan gambar kaus yang berbeda.

Setelah membandingkan kedua foto Didin menyimpulkan bahwa foto idolanya yang memakai kaus bergambar kandidat pilpres sudah dimanipulasi.

06:13 Terakhir, bandingkan berita di media satu dengan lainnya. Buat daftar berisi beberapa media yang dapat kita percaya. Ketika menemui satu berita yang meragukan, cari apakah media-media tersebut juga memberitakan informasi yang sama. Semakin banyak media yang memberitakan dan semakin banyak kesamaan informasi antara berita-berita dari media yang berbeda, semakin kita dapat mempercayai kebenaran berita itu.
06:40 Kesimpulannya, gunakan daftar periksa berikut untuk memeriksa sebuah berita setelah kita membacanya. Emosi saya tetap tenang setelah membaca berita ini. Saya pertama kali mendapatkan berita ini dari orang atau tempat yang dapat dipercaya. Judul berita tidak mengandung kata-kata atau tanda baca yang berlebihan. Waktu antara terjadinya peristiwa dan berita tidak terlalu dekat. Berita ini dimuat oleh media yang terpercaya. Berita mengutip narasumber yang kompeten dan kredibel. Berita tidak hanya mengutip berita dari media lain. Saya yakin foto yang digunakan dalam berita ini benar-benar mewakili topik berita. Berita ini muncul di lebih dari satu media yang tepercaya.
07:26 Nah, itulah langkah-langkah untuk menyikapi berita dengan kritis. Kita punya tanggung jawab kepada orang di sekitar kita untuk tidak menyebarkan berita yang belum tentu benar. Jadi, jangan langsung menyebarkan berita sebelum kita menelitinya. Terima kasih telah menyimak video Latih Logika yang kesebelas. Klik tombol “Lanjut” di bawah ini untuk terus belajar.